Minggu, 13 Januari 2013

Ternyata musikjazz itu...


Ternyata Musik Jazz, Berawal Dari Kaum Tertindas Menjadi Musik Berselera Tinggi

     Selama ini banyak yang menganggap musik jazz adalah musiknya orang-orang kalangan atas, karena saat ini kebanyakan penikmat musik jazz adalah mereka yang bisa dibilang berduit. Namun sebenarnya, kalau kita memperhatikan sejarahnya tidaklah seperti anggapan yang ada. Sebaliknya, musik ini ternyata berasal dari kalangan kulit hitam yang pada masa itu merupakan kaum tertindas. Proses kelahirannya memperlihatkan musik jazz sangat berhubungan dengan pertahanan hidup dan ekspresi kehidupan manusia.


     Musik ini pertama kali muncul di Amerika Serikat di akhir abad 18. Awalnya, musik jazz lahir dengan dasar Blues. Kemudian pada sekitar tahun 1887 mulai dikenal bentuk Rag Time, yang pada waktu itu berupa permainan piano di bar- bar. Blues dan Rag Time berkembang menjadi Boogie - Woogie. Bentuk-bentuk tersebut selain merambah pada jalurnya sendiri, juga berkembang menelusuri perjalanan musik jazz.



     Para peneliti musik mengemukakan, bahwa bentuk musik jazz yang dapat dianggap sebagai bentuk awal yang berkembang dari zaman ke zaman sampai bentuk jazz yang ada saat ini, adalah bentuk musik jazz yang terdapat sekitar tahun 1915 - 1917. Pada masa itu, para negro di kota New Orleans, AS memainkan musik jazz yang memiliki corak yang khas, sehingga dikenal sebagai Jazz New Orleans. Para musisi jazz New Orleans, menyajikan penampilan mereka di bar, rumah judi, bahkan tempat-tempat pelacuran yang di masa itu sangat tumbuh subur di New Orleans.



     Asal kata ‘Jazz’ sendiri ternyata cukup menarik. Kosa kata ini sebelumnya tidak ada di kamus mana pun. Diperkirakan berawal dari bahasa slang inggris-amerika, jasm, yang sama dengan kata jism, dan memiliki arti roh, energi, dan keberanian. Akan tetapi, jism juga memiliki arti sperma, sehingga dulu kata ini dianggap tabu di masyarakat. Lama kelamaan, arti yang tabu tadi semakin memudar, hingga saat ini kita telah mengenal kata ‘Jazz’ sebagai suatu aliran musik yang digandrungi banyak orang dari berbagai kalangan.



     Tahun 1920-an dikenal sebagai Jazz-age, yakni masa di mana musik jazz semakin dikenal dan populer di masyarakat, tidak hanya di Amerika tapi juga mulai menyebar ke Eropa dan daerah lainnya. Musik swing juga menemani kejayaan musik jazz di tahun 1930-an. Dan puncaknya ada di tahun 1950-an, jazz modern begitu terkenal di masyarakat kala itu.



     Selanjutnya musik jazz terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. Musik-musik dengan aliran lain juga berkembang, dan menjadi saingan bagi musik jazz sendiri, tapi jazz tidak lantas mati. Improvisasi-improvisasi terus dilakukan untuk mempertahankan eksistensi musik jazz, sekaligus juga untuk mengembangkan musik ini dan membuatnya semakin bisa diterima masyarakat. Inovasi terakhir yang membuktikan musik jazz adalah musik yang dinamis, mengikuti perkembangan zaman tanpa harus ‘mengkhianati’ akarnya, yaitu jazz fussion, aliran yang menggabungkan musik jazz dengan elemen dari berbagai genre terutama funk, rock, R&B, ska, electronic, dan world music.



      Kini terlihat hasilnya, musik jazz semakin luas diterima oleh masyarakat dunia. Mengutip pernyataan salah satu musisi jazz Jakarta, Toni Brilianto, “Jazz bukanlah high-level-music ­melainkan high-taste-music.” Jadi bukan hanya mereka yang berasal dari kalangan atas lah yang bisa menikmati musik jazz, melainkan mereka yang memiliki selera yang tinggi.

Sabtu, 05 Januari 2013

Bukan lagi galau. Sama sekali, bukan.


And finally, i still need you..

Mungkin, ada dari beberapa kita yang pernah membatasi diri dari rasa pengertian dan sabar. karena keduanya sangat mempengaruhi hubungan ketika keduanya sudah tidak ada lagi dalam perasaan kita. semuanya akan mempersulit kita, untuk mengerti dan menyabarkan diri dengan dia, dengan kesibukkannya dia. 



A: Kamu keterlaluan, serendah ini rinduku di hadapanmu, aku kira kamu bisa anggap kehadiranku. ternyata kamu tetap tak peduli.

B: Aku bukan keterlaluan, kamu bisa kan membedakan dimana aku ada untukmu dan dimana aku dan kesibukan kerjaku.

A: Aku tau kamu sibuk, tapi dari beberapa jam waktumu itu tak ada kah, waktu yang kamu sisihkan hanya untuk mempedulikan aku di sini.

B: Aku masih bisa merindukanmu, tapi aku alihkan dengan kesibukanku, semua memang berbeda, jauh. dan kamu berlebihan dengann adanya rindumu.

A: Loh, kok. malah kamu memojokkanku, bukan meminta maaf. lalu? aku yang bersalah, dan tak mengertimu? bukannya terbalik.

B: Kamu masih salah menilai, aku tetap mengertimu, dan aku tak pernah merasa aku memojokkanmu. redamlah emosimu sesaat. Ada baiknya, kita bicarakan dengan baik-baik. dan meredakan hati. jujur, kita berjauhan dan aku tak ingin lama mendiamkanmu setelah perdebatan ini. Karena, jika nanti aku lama mendiamkanmu, sama saja aku memberi kesempatan kepadamu agar bisa menerima hati yang baru.

A: Jika kamu takut aku menerima hati yang baru. seharusnya, kamu sadar. kamu ke mana saja selama ini? saat aku kangen, lalu terabaikan. Aku masih sering kamu abaikan saat aku merindukanmu, lalu bagaimana caranya agar rasa yakin itu tetap ada. Kamu bisa kan ajari aku sibuk sepertimu, menahan rindu lalu mengabaikannya.

B: Bukankah jarak yang mengajarimu bagaimana rindu dan pertemuan itu sangat berarti dan berharga. Kamu lupa?

A: Pada intinya, aku memang butuh kamu dari satu sudut, aku butuh perhatianmu yang mempengaruhi keyakinan cinta terhadapmu, aku ingat semuanya memang jarak mengajari semuanya, tapi tetap aku butuh perhatianmu, perhatian yang semestinya aku dapatkan darimu dan sekarang teralihkan dari beberapa kesibukkanmu.

B: …

A: … 

A: Aku pernah kau kecewakan. aku lupakan, namun, seakan terus mengingatnya, kamu mengajariku agar aku tak berharap lebih setelah kekecewaan itu pernah hadir di hatiku. Mungkin kamu lupa, kalau kamu pernah kecewakan aku, mungkin kamu lupa kalau janji itu pernah terucap dari bibirmu untuk tak mengecewakanku lagi.

B: Aku memang pernah mengecewakanmu, aku pernah berjanji agar tak mengecewakanmu lagi, kamu tahu labil? coba kamu berkaca, sadarlah.

A: …

B: Jangan semata-mata aku pernah mengecewakanmu, lalu kamu gunakan itu sebagai senjata andalan untuk memojokkanku.

B: Aku ada di sini, aku luangkan waktuku saat ini hanya untuk menerima amarahmu, dimana letak kedewasaanmu sayang menghilang begitu saja.  Saat aku meluangkan waktuku untukmu, aku berharap aku akan baik-baik saja denganmu. nyatanya, kau tetap memarahiku, menyesakkan.

A: Iya, aku gunakan rasa kecewaku sebagai senjata untuk memojokkanmu, aku rindu kamu lalu terbawa dengan emosiku. Ngerti-lah.

B: Tapi, cara kau merindukanku tak seperti ini, mendebatkan hal yang itu-itu saja, aku tahu kamu rindu, hingga kau membatasi rasa sabarmu. Jangan membatasi rasa sabarmu dengan keegoisanmu yang tak penting, seakan-akan kau tak ingin kita baik-baik saja?

A: Bukan aku ingin mendebatkan itu-itu saja, rindu memperburuk semuanya, rindu yang tersapu angin dalam dirimu, aku memang tak pernah lupa, kalau jarak yang mengajariku betapa berartinya rindu dan berharganya pertemuan denganmu, tapi aku tetap butuh kamu, per-ha-ti-an ka-mu. Ngerti!